Epilog Duka
Suatu pernah yang ingin aku lupakan..
Menikmati hikmah disebalik kejatuhan
Ruang bicara bukan untuk berdendam
Hanya epilog luka semalam.
Epilog duka
¡.
Desir kediginan menyusup disegenap ruang
Meracun bisa kesepian
Menjalar mencipta keasingan..
tidak terbayang ribut mendatang
Hangatnya kian menghilang
Rindunya semakin kelam
Lemas di pusaran emosi
Terduduk diam
Meneka neka persoalan
Longlai merintih kebingungan
Gelora derita
Menghayut jauh ke alam
Gelap segala..
¡¡.
Tidak keruan
Diburu , di jerkah kata -kata
Bisa dalam samar pujangga
Setiap bait terpasak menusuk jiwa
Perit masih bersangka-sangka
Siapa mangsa dan pemangsa
Tiada ihsan..
Tiada kesian..
Membelakang persaudaraan..
Menikam kasih sayang
Mendahulukan epilog manis dalam kepalsuan.
Bernanah luka yang terpendam
365 hari
Dalam rendaman lara
Mencuka bahagia dan ceria
Hilangnya
Seorang aku.
Sendiri dalam keterbatasan
Kudrat dan waktu .. sarat Menangung luka yg terbeban
Biar merangkak..
Dalam robekan...
Hidup tetap diteruskan..
¡¡¡.
Dipaksa menelan pahitnya
Kebenaran
Tiada sela untuk dikunyah
Satu persatu yang dihamburkan
Namun bukan semua yang terhidang...
Masih disembunyi dan tersembunyi..dalam manipulasi kata.
¡v. ( Baiki )
Bertatih mengutip serpihan
Sayang..
Bertatih membalut kecatatan
Bertatih mengumpul kekuatan
Bertatih merelakan
Dan menghadiahkn sebuah kemaafan
¡¡v.
Dan tatkala tirai diberi izIn oleh yg Maha Esa
Terbuka
Sesebal mana bengkak didada
Dapat ku hadam dgn rela...
Merenung dari jauh layar
Samudera berkelok-kelok
Mainannya..
Pada pandangan mata
Perlu apa di coretkan
Lagi..dan lagi kisah kecewa
Duka lara mereka berdua..
Andai ingin terus bernafas
Dalam.udara baru.
Aku juga terluka
Bukan seorang tapi dua...
Dan mengapa
Perlu aku beralah lagi...
Sekian puas dipijak begini..
Tika peti pertahanan di lontar
Hanya sekali
Dihenyak status zalim pada diri...
Lumpur yg dicampak
Pada sekujur ini..
Moga dapat dicuci sendiri..
Biar..
Cerita yg diceritakan...
Pada mereka dan mereka...
Dipalit berkali-kali...
Barangkali
Bahagian aku disini..
Tamat-
Asiah Li,
15 March 2018, Sungai Petani.

Comments
Post a Comment